Langsung ke konten
subtl

Cara Meminta Pewawancara Mengulang Pertanyaan dengan Sopan

Pelajari frasa yang tepat untuk meminta pewawancara mengulang atau memparafrasakan pertanyaan dalam bahasa Inggris. Panduan kami membantu Anda menangani situasi ini dengan percaya diri.

· 8 menit baca

A young job candidate in a sunlit office looks thoughtfully at her interviewer, making a gentle gesture as she prepares to politely ask for a question to be repeated.

Wawancara kerja adalah situasi yang penuh tekanan, dan ketika dilakukan dalam bahasa kedua Anda, tekanan itu bisa terasa sangat besar. Anda berfokus untuk memahami pertanyaan, merumuskan jawaban yang mendalam, dan menampilkan diri dengan baik. Di tengah semua ini, mudah sekali untuk melewatkan satu kata atau tidak sepenuhnya memahami pertanyaan yang kompleks. Banyak kandidat khawatir bahwa meminta pertanyaan diulang akan membuat mereka terlihat tidak kompeten atau kurang fasih. Kenyataannya justru sebaliknya: meminta klarifikasi secara profesional menunjukkan bahwa Anda adalah komunikator yang teliti, saksama, dan percaya diri.

Panduan ini menyediakan frasa dan strategi yang tepat yang bisa Anda gunakan untuk meminta pewawancara mengulang atau memparafrasakan pertanyaan dengan sopan. Menguasai keterampilan kecil ini dapat membuat perbedaan besar dalam kepercayaan diri dan performa Anda.

Mengapa Ini Tanda Kekuatan, Bukan Kelemahan

Sebelum kita membahas frasa-frasanya, penting untuk mengubah pola pikir Anda. Meminta pengulangan bukanlah pengakuan atas kegagalan. Ini adalah alat komunikasi yang strategis.

  • Ini menunjukkan Anda saksama: Anda mendengarkan dengan cermat dan ingin memberikan jawaban yang paling akurat dan relevan. Anda peduli pada detail.
  • Ini mencegah kesalahpahaman: Menjawab pertanyaan yang salah jauh lebih merugikan daripada meluangkan beberapa detik ekstra untuk mengklarifikasi. Jawaban yang mendalam dan relevan selalu lebih baik daripada jawaban yang cepat tetapi di luar topik.
  • Ini mengakui kenyataan: Panggilan video bisa mengalami gangguan teknis. Aksen bisa jadi tidak familier. Orang terkadang berbicara cepat ketika mereka bersemangat tentang suatu topik. Ini adalah bagian normal dari komunikasi.
  • Ini menunjukkan kesadaran diri: Anda tahu kapan Anda membutuhkan lebih banyak informasi untuk memberikan performa terbaik. Ini adalah sifat yang berharga bagi setiap karyawan.

Pewawancara lebih suka Anda meminta klarifikasi daripada menebak-nebak maksud mereka. Ini menunjukkan rasa hormat terhadap pertanyaan mereka dan terhadap percakapan itu sendiri.

Ulangi, Parafrasakan, atau Klarifikasi? Memilih Strategi yang Tepat

Pendekatan Anda harus bergantung pada mengapa Anda tidak memahami pertanyaan tersebut. Apakah Anda tidak mendengar kata-katanya, atau Anda tidak mengerti artinya? Perbedaan ini adalah kunci untuk memilih frasa yang paling efektif.

  • Minta untuk DIULANGI (REPEAT) ketika Anda secara fisik tidak dapat mendengar kata-katanya. Ini bisa disebabkan oleh koneksi internet yang buruk, suara bising di latar belakang, atau pewawancara yang berbicara terlalu cepat.
  • Minta untuk DIPARAFRASAKAN (REPHRASE) atau DIKLARIFIKASI (CLARIFICATION) ketika Anda mendengar kata-katanya tetapi tidak yakin dengan artinya. Ini mungkin karena kosakata yang tidak familier, struktur kalimat yang kompleks, atau konsep yang ambigu.

Berikut cara sederhana untuk memutuskannya:

Situasi Tujuan Anda Tindakan Terbaik
Audio terputus sesaat. Anda melewatkan beberapa kata. Minta untuk diulangi (repeat).
Pewawancara menggunakan idiom seperti "blue-sky thinking". Anda mendengar kata-katanya, tetapi tidak tahu artinya. Minta untuk diparafrasakan (rephrase) atau diklarifikasi (clarification).
Alarm mobil berbunyi di luar jendela Anda. Anda melewatkan satu kalimat penuh. Minta untuk diulangi (repeat).
Pertanyaannya panjang dan terdiri dari beberapa bagian. Anda ingin memastikan telah memahami semuanya. Parafrasakan (paraphrase) dan minta konfirmasi.

Frasa Sopan untuk Segala Situasi Wawancara

Simpan frasa-frasa ini dalam perangkat Anda. Latihlah agar terdengar alami dan percaya diri saat Anda membutuhkannya.

Saat Anda tidak mendengar pertanyaan

Frasa-frasa ini paling baik untuk masalah teknis atau ketika Anda benar-benar melewatkan apa yang dikatakan. Frasa ini bersifat netral dan sering kali menyalahkan teknologi, yang merupakan cara yang nyaman untuk menanganinya.

  • "I'm sorry, the connection broke up for a moment. Could you please repeat that?" (Maaf, koneksinya sempat terputus. Bisakah Anda mengulanginya?)
  • "My apologies, I didn't quite catch the last part of your question. Would you mind saying it again?" (Mohon maaf, saya kurang menangkap bagian akhir pertanyaan Anda. Apakah Anda bersedia mengatakannya lagi?)
  • "Sorry, could you repeat the question? I missed a bit of it." (Maaf, bisakah Anda mengulang pertanyaannya? Saya melewatkan sebagian.)

Saat Anda butuh pertanyaan diparafrasakan

Gunakan frasa ini ketika Anda mendengar kata-katanya tetapi artinya tidak jelas. Ini menunjukkan Anda berpikir kritis tentang pertanyaan tersebut.

  • "That's an interesting question. To make sure I'm on the right track, are you asking about my experience with [your interpretation of the topic]?" (Pertanyaan yang menarik. Untuk memastikan saya tidak salah jalur, apakah Anda menanyakan pengalaman saya dengan [interpretasi Anda tentang topik tersebut]?)
  • "Could you please rephrase that for me? I want to make sure I understand correctly." (Bisakah Anda memparafrasakannya untuk saya? Saya ingin memastikan saya memahaminya dengan benar.)
  • "When you say [specific term or phrase], could you elaborate on what that means in this context?" (Ketika Anda mengatakan [istilah atau frasa spesifik], bisakah Anda menjelaskan artinya dalam konteks ini?)
  • "If I'm understanding correctly, you'd like an example of [your summary of the question]. Is that right?" (Jika saya memahaminya dengan benar, Anda ingin contoh tentang [ringkasan Anda atas pertanyaan tersebut]. Apakah itu betul?)

Saat Anda butuh waktu untuk berpikir

Terkadang Anda memahami pertanyaan dengan sempurna tetapi butuh beberapa detik untuk menyusun pikiran dan mengingat contoh terbaik. Ini sepenuhnya dapat diterima. Daripada duduk diam, Anda dapat menggunakan bahasa untuk mengelola jeda tersebut.

  • "That's a great question. Let me take a moment to think of the most relevant example." (Itu pertanyaan yang bagus. Izinkan saya berpikir sejenak untuk mencari contoh yang paling relevan.)
  • Ulangi inti pertanyaan secara perlahan. "So, you're asking for a time when I had to resolve a conflict within my team..." (Jadi, Anda menanyakan tentang saat saya harus menyelesaikan konflik di dalam tim saya...)
  • "I have a few examples in mind. I just want to choose the best one. One moment, please." (Saya punya beberapa contoh. Saya hanya ingin memilih yang terbaik. Mohon tunggu sebentar.)

Meminum air juga merupakan cara yang universal dan efektif untuk menciptakan jeda singkat yang alami.

Proses 5 Langkah untuk Bertanya

Ketika saatnya tiba, jangan panik. Ikuti urutan sederhana ini.

  1. Jeda. Jangan langsung berkata "Apa?". Tarik napas. Ini menunjukkan Anda mencoba memproses informasi terlebih dahulu.
  2. Akui. Mulailah dengan pembukaan yang sopan seperti "Maaf," atau "Permisi."
  3. Sebutkan masalahnya secara sederhana. Singkat dan jelas. "Saya kurang menangkapnya," atau "Sepertinya saya tidak familier dengan istilah itu."
  4. Ajukan permintaan. "Bisakah Anda mengulanginya?" atau "Bisakah Anda menyampaikannya dengan cara lain?"
  5. Dengarkan dan konfirmasi. Perhatikan baik-baik pertanyaan yang diparafrasakan. Anggukan kecil dapat menunjukkan Anda mengikuti. Jika ingin lebih yakin, parafrasakan kembali secara singkat: "Thank you. So, the goal was to increase user retention. I have a great example of that." (Terima kasih. Jadi, tujuannya adalah untuk meningkatkan retensi pengguna. Saya punya contoh yang bagus tentang itu.)

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Cara Anda bertanya sama pentingnya dengan apa yang Anda tanyakan. Hindari kesalahan umum ini yang dapat merusak profesionalisme Anda.

  • Terlalu informal: Hindari mengatakan "What?" (Apa?), "Huh?" (Hah?), atau "I don't get it." (Saya tidak mengerti.). Ini bisa terkesan kasar atau bahkan tidak sopan.
  • Terlalu sering menggunakannya: Jika Anda harus meminta pengulangan untuk setiap pertanyaan, ini dapat menunjukkan masalah dengan perhatian Anda atau hambatan bahasa yang lebih signifikan. Jika ini terjadi, mungkin ada masalah koneksi yang perlu Anda atasi ("I'm so sorry, my connection seems unstable. I'm having trouble hearing you clearly." / Mohon maaf, koneksi saya sepertinya tidak stabil. Saya kesulitan mendengar Anda dengan jelas.).
  • Pura-pura mengerti: Ini adalah kesalahan terburuk. Memberikan jawaban yang tidak relevan karena Anda tidak memahami pertanyaan membuat Anda terlihat seperti pendengar yang buruk. Selalu lebih baik untuk bertanya.
  • Terlalu banyak meminta maaf: Cukup satu kali "I'm sorry" atau "my apologies". Meminta maaf berulang kali dapat membuat Anda tampak tidak percaya diri.
  • Menyalahkan kemampuan bahasa Anda: Jangan katakan, "Sorry, my English isn't very good." (Maaf, bahasa Inggris saya tidak terlalu baik.). Ini membingkai kemampuan Anda dalam cahaya negatif. Fokus pada kejadian komunikasi spesifik: "I'm not familiar with that acronym," (Saya tidak familier dengan akronim itu) jauh lebih kuat daripada "Sorry for my English."

Menggunakan Teknologi sebagai Jaring Pengaman

Memproses bahasa lisan secara real-time di bawah tekanan adalah salah satu bagian tersulit dari sebuah wawancara. Bahkan dengan penguasaan bahasa Inggris yang kuat, aksen, kecepatan bicara, dan gangguan teknis dapat menciptakan tantangan. Di sinilah teknologi dapat memberikan penyangga yang membantu.

Alat yang menawarkan transkripsi langsung dari sebuah panggilan dapat berfungsi sebagai jaring pengaman. Dengan melihat kata-kata pewawancara muncul di layar Anda saat mereka berbicara, Anda sering kali dapat mengklarifikasi kebingungan sendiri tanpa harus mengganggu alur percakapan. Ini bisa sangat berguna untuk menangkap nama, akronim, atau istilah teknis tertentu yang mungkin Anda lewatkan. Bagi mereka yang melakukan wawancara dalam bahasa kedua, alat seperti Subtl dapat menyediakan transkrip real-time ini langsung di atas aplikasi video call Anda, membantu Anda merasa lebih percaya diri dan siap. Cari tahu lebih lanjut tentang cara kerjanya untuk [/use-cases/interviews/].

Meminta pertanyaan diulang adalah bagian yang normal dan penting dari komunikasi yang jelas. Dengan menggunakan frasa-frasa yang sopan dan profesional ini, Anda menunjukkan bahwa Anda adalah kandidat yang bijaksana yang memprioritaskan pemahaman dan memberikan jawaban berkualitas tinggi. Latihlah teknik-teknik ini, dan Anda akan dapat menangani momen-momen ini dengan percaya diri dan anggun.

Jika Anda menginginkan lapisan dukungan ekstra dalam wawancara video Anda berikutnya, Subtl menyediakan transkripsi dan terjemahan langsung untuk memastikan Anda tidak pernah melewatkan satu kata pun. Ini membantu Anda fokus memberikan jawaban yang hebat, bukan menguraikan pertanyaan. Anda dapat mempelajari lebih lanjut di [/].

wawancara kerjakomunikasibahasa inggris sebagai bahasa keduakarier

Pertanyaan

Apakah buruk jika meminta pewawancara mengulang pertanyaan?

Tidak, sama sekali tidak buruk. Sebaliknya, ini menunjukkan bahwa Anda adalah pendengar yang saksama dan ingin memberikan jawaban yang tepat dan mendalam. Sebagian besar pewawancara akan melihatnya sebagai tanda keterampilan komunikasi dan profesionalisme yang baik.

Berapa kali wajar untuk meminta pertanyaan diulang?

Tidak ada angka pasti, tetapi sebaiknya gunakan seperlunya. Meminta sekali atau dua kali dalam wawancara 30 menit sangatlah wajar. Jika Anda merasa perlu bertanya untuk setiap pertanyaan, ini mungkin menandakan masalah yang lebih besar dengan koneksi audio atau kesenjangan pemahaman yang signifikan yang mungkin perlu Anda atasi.

Bagaimana jika saya masih tidak mengerti setelah mereka mengulang pertanyaan?

Jika pengulangan sederhana tidak berhasil, ubah strategi Anda. Mintalah parafrasa atau coba isolasi bagian yang tidak Anda mengerti. Anda bisa mengatakan, 'Thank you. I think I'm following, but could you clarify what you mean by [the specific phrase]?' (Terima kasih. Sepertinya saya paham, tetapi bisakah Anda menjelaskan maksud dari [frasa spesifik]?)

Haruskah saya memberitahu pewawancara sebelumnya bahwa bahasa Inggris bukan bahasa pertama saya?

Ini adalah pilihan pribadi. Sering kali, keahlian dan kemampuan komunikasi Anda akan berbicara dengan sendirinya. Jika Anda khawatir, Anda bisa menyebutkannya secara singkat dan percaya diri, misalnya: 'Just to let you know, English is my second language, so please feel free to let me know if anything I say is unclear.' (Sekadar informasi, bahasa Inggris adalah bahasa kedua saya, jadi jangan ragu untuk memberitahu saya jika ada ucapan saya yang kurang jelas).

Cara Subtl membantu

Coba pada panggilan Anda berikutnya

Gratis 40 menit per bulan, tanpa kartu. macOS 13 atau yang lebih baru.

Baca selanjutnya